Bambu Sebagai Pengganti Besi Pada Konstruksi

 



Sahabat sekalian, sebenarnya penggunaan bambu pada tulangan beton saat ini adalah masih dalam tahapan kajian dan uji coba kelayakan oleh para pakar dan ahli, namun disela-sela wacana ini banyak praktisi yang non akademis telah langsung dan terlebih dahulu menggunakan Bambu Sebagai tulangan beton.

Hal ini mengapa, karena belum ada suatu riset ilmiah yang memberikan suatu kesimpulan dan data yang valid yang bahwasanya bambu telah terbukti sebagai alternatif terkuat pengganti besi sebagai tulangan beton.

Prof. Dr. Ir. Sri Murni Dewi, MS dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB), mendalami permasalahan dan potensi ini. Beliau Mengungkapkan Bambu memiliki kekuatan sejajar serat yang tinggi namun kekuatan tegak lurus seratnya rendah. Karena itu, akan terkesan reot ketika dimanfaatkan untuk konstruksi. Selain terkesan reot bambu juga mudah goyah. Agar konstruksi bambu menjadi kuat, beliau memiliki ide untuk menggabungkannya dengan beton.

Pemanfaatan bambu sebagai tulangan memiliki beberapa keunggulan dibanding baja yang lebih banyak digunakan selama ini. Dipaparkan Beliau, Bambu bisa ditanam, pertumbuhannya cepat dan sudah bisa dipanen saat berumur lima tahun. Sementara baja harus dibuat di pabrik dan membutuhkan energi dalam jumlah besar. Dalam satu kali produksi, tidak banyak pula baja yang dihasilkan.

Prof. Dr. Ir. Sri Murni Dewi, MS meneliti bambu sejak lulus pendidikan doktoral dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya pada 2006. Dalam disertasinya, ia mengangkat judul “Analisis Plat Lapis Komposit Anyaman Bambu Sebagai Akibat Beban Lentur dan Beban in-plane“.
Pada tahun 2007, Dewi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang konstruksi di Universitas Brawijaya. Berbagai program hibah penelitian multiyears ia peroleh untuk penelitian bambu ini. Pada 2014, ia mendapatkan hibah bersaing multiyears Rp. 150 juta untuk penelitian berjudul “Konstruksi Beton Bertulangan Bambu”.
  • Bambu Bisa dan Sangat Menyerap Air

Bambu adalah bahan yang mudah menyerap air, maka dalam penggunaannya sebagai pengganti tulangan pada Beton, tentu air yang digunakan dalam campuran adukan beton akan diserap dan diresap oleh bambu yang kemudian membuat bambu tersebut menjadi terisi air dan bisa menyebabkan cracking dan rongga nantinya pada beton.

  • Bambu Mudah Rusak dan Patah

Bambu juga bahan yang mudah mengalami kerusakan dan patah sama seperti sifat kayu. Maka atas dasar itu perlu dilakukan perawatan dan pengawetan terlebih dahulu sebelum bambu itu digunakan. Hal ini untuk menghindari pengrusakan bambu oleh rayap dan binatang kecil.

  • Bambu Tidak Bisa dibengkokkan Seperti Besi

Bambu adalah bersifat batangan tumbuhan yang tidak bisa melentur seperti Sifat besi dan baja, sehingga pada titik tertentu yang membutuhkan pembengkokkan secara maksimala maka kemungkinan Bambu ini tidak bisa digunakan

  • Permukaan Bambu Halus (Licin)

Permukaan bambu yang Halus dan licin membuat bambu sulit untuk berikatan (Intelocking) dengan campuran Pembentuk beton. Maka dalam penggunaan bambu sebagai tulangan, perlu di lapisi dengan cat dan adiktif serat diberikan taburan pasir pada permukaannya sehingga permukaan bambu menjadi lebih kasar dan lengket sehingga dapat saling mengikat dengan campuran beton.

“…..Kesimpulannya Untuk sampai dengan saat ini penggunaan Bambu Sebagai Tulangan Beton Pengganti Besi masih dalam tahap pengkajian ilmiah dan uji Coba secara Akademis, sehingga belum ada ketetapan dan keputusan dari lembaga Sah Negara Bahwa Bambu tersebut sudah bisa digunakan atau dipatenkan secara SNI…..”
Untuk Perencanaan dan Pelaksanaan Gedung sumber dana pembiayaan Pemerintah Alternatif penggunaan Bambu Sebagai Tulangan Beton belum diakomodir dan belum dibolehkan.










sumber: https://homers.info/bambu-sebagai-pengganti-besi-pada-konstruksi/








Posting Komentar

Menu Halaman Statis

Copyright ©